Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang mengintai Indonesia dalam sepekan ke depan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang rawan hujan deras, angin kencang, dan potensi bencana hidrometeorologi.
Peringatan ini disampaikan BMKG setelah dinamika atmosfer menunjukkan kondisi yang mendukung peningkatan curah hujan dan aktivitas cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Nusantara. Fenomena seperti Monsun Asia aktif dan pasokan massa udara lembap diperkirakan mendorong pertumbuhan awan hujan intensif dalam beberapa hari mendatang.
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan sangat lebat pada periode sepekan ke depan. Kondisi ini tidak hanya berlaku di wilayah barat seperti Banten dan Jawa Barat, tetapi juga di kawasan timur seperti Nusa Tenggara Timur dan Papua.
Menurut data potensi cuaca ekstrem yang dirilis BMKG, beberapa provinsi diprediksi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat, disertai kemungkinan angin kencang dalam periode 6–8 Februari 2026. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain:
-
Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur
-
DKI Jakarta dan sekitarnya
-
Banten dan DI Yogyakarta
-
Nusa Tenggara Barat dan Timur
-
Sulawesi Selatan dan Gorontalo
-
Papua dan Papua Selatan
Semua wilayah ini menunjukkan indikator hujan yang bisa mencapai kategori sangat lebat pada beberapa hari mendatang.
BMKG juga secara berkala mengeluarkan peringatan dini cuaca singkat (nowcasting) yang berlaku hanya beberapa jam ke depan, memperingatkan potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang di berbagai provinsi, termasuk Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.
Prakiraan cuaca ekstrem ini terkait dengan dinamika atmosfer yang kompleks. Monsun Asia yang aktif dan tekanan udara yang variatif memicu suplai uap air dari perairan sekitar Indonesia sehingga meningkatkan potensi pembentukan awan hujan lebat. Selain itu, sistem angin dan pola sirkulasi regional juga berperan dalam menguatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa daerah.
Fenomena tersebut mirip dengan kondisi beberapa pekan sebelumnya yang sudah menunjukkan peningkatan intensitas hujan di banyak wilayah Indonesia, termasuk pencatatan hujan lebat dan sangat lebat di sejumlah daerah selama akhir Januari 2026.
BMKG mengingatkan bahwa curah hujan tinggi selama periode ini dapat memicu bencana hidrometeorologi, antara lain:
-
Banjir bandang
-
Longsor di daerah perbukitan dan pegunungan
-
Gelombang laut tinggi di wilayah pesisir
Risiko ini perlu menjadi perhatian serius terutama di kawasan yang memiliki sejarah rawan bencana. Warga pun diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dan mengikuti arahan dari instansi terkait jika terjadi perubahan kondisi secara drastis.
BMKG mengimbau masyarakat untuk:
-
Rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi
-
Menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan deras atau angin kencang
-
Waspada di daerah rawan banjir dan tanah longsor
-
Menyiapkan langkah antisipasi untuk kemungkinan cuaca ekstrem
“Kita perlu terus meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah yang historisnya sering terdampak bencana hidrometeorologi,” ujar prakirawan BMKG dalam keterangan terbaru.








