Sekelompok negara anggota NATO tengah merancang pendirian sebuah bank multilateral khusus pertahanan yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2027. Bank ini direncanakan menjadi instrumen finansial strategis untuk mendukung pengeluaran militer dan persiapan menghadapi kemungkinan konflik militer dengan Rusia, menurut laporan media internasional yang mengutip sumber-sumber internal aliansi.
Bank yang direncanakan itu disebut Defense, Security and Resilience Bank (DSRB). Tujuan utama lembaga ini adalah menyediakan akses pembiayaan inovatif bagi negara-negara anggota untuk memenuhi target belanja militer—termasuk rencana baru aliansi untuk meningkatkan komitmen belanja pertahanan hingga sekitar 5% Produk Domestik Bruto (PDB) secara kolektif.
Strategi Baru Pembiayaan Militer
Sumber-sumber yang dimintai komentar menyebut bahwa DSRB akan menggunakan kombinasi modal negara anggota yang membayar sebagai investor awal, serta mekanisme pendanaan melalui sekuritas, obligasi, dan investasi swasta. Dengan skema ini, bank diharapkan dapat membantu negara-negara anggota melebihi batasan anggaran tradisional dan menarik modal dari sektor non-negara untuk kebutuhan pertahanan.
Rencana kerja mereka meliputi penyelesaian piagam pendirian bank pada kuartal pertama 2026, dengan penerbitan obligasi perdana menargetkan kuartal ketiga atau keempat tahun yang sama. Setelah itu, bank ini diharapkan mulai beroperasi penuh pada 2027.
Meningkatnya Ancaman dan Respons NATO
Inisiatif pendirian bank pertahanan ini terjadi di tengah lonjakan ketegangan antara NATO dan Rusia. Sejumlah pemimpin aliansi telah memperingatkan kemungkinan eskalasi konflik dalam beberapa tahun mendatang, dan menekankan pentingnya memperkuat kapasitas militer kolektif. Hal ini tercermin dari beberapa komitmen aliansi dalam pertemuan puncak terakhirnya, termasuk target belanja pertahanan bersama yang lebih tinggi.
Ketegangan tersebut dipicu oleh konflik berkepanjangan di Ukraina serta pergeseran strategi keamanan global yang membuat Rusia dipandang sebagai ancaman jangka panjang oleh banyak anggota NATO. Sementara pihak Moskow membantah rencana serangan langsung terhadap negara-negara aliansi sebagai tuduhan yang tidak berdasar, diskusi tentang kesiapan militer terus meningkat di kalangan negara-negara barat.
Implikasi Geopolitik dan Ekonomi
Para analis melihat bahwa langkah ini bukan hanya soal militer, tetapi juga mencerminkan transformasi struktural dalam pembiayaan pertahanan global. Dengan keterbatasan anggaran nasional yang sering menjadi kendala bagi banyak anggota NATO, bank pertahanan ini bisa menjadi cara untuk mengakselerasi modernisasi militer sambil tetap mematuhi aturan fiskal domestik dan internasional.
Sejumlah pakar juga menyoroti bahwa keterlibatan sektor swasta dalam pembiayaan keamanan bisa memperluas basis pendanaan sekaligus meningkatkan kolaborasi antara industri pertahanan dan ekonomi umum — meskipun juga memicu perdebatan tentang peran modal non-publik dalam isu keamanan nasional.







