Lonjakan harga emas dalam beberapa waktu terakhir membuat banyak orang berpikir ulang sebelum membeli perhiasan. Di satu sisi, emas dikenal sebagai aset lindung nilai yang relatif stabil saat kondisi ekonomi bergejolak. Di sisi lain, harga yang terus merangkak naik membuat konsumen perlu lebih cermat agar tidak sekadar membeli karena tren.
Membeli perhiasan di tengah kenaikan harga emas sebenarnya tetap bisa menjadi langkah tepat, asalkan dilakukan dengan strategi yang matang. Berikut panduan lengkap agar Anda tetap mendapatkan nilai terbaik.
1. Bedakan Tujuan: Investasi atau Gaya?
Langkah pertama adalah menentukan tujuan pembelian. Jika perhiasan dibeli murni untuk investasi, sebaiknya pilih desain sederhana dengan kadar emas tinggi, seperti 22 karat atau 24 karat. Perhiasan minimalis tanpa banyak batu atau ornamen biasanya memiliki potongan biaya produksi yang lebih rendah, sehingga nilai emasnya lebih dominan.
Namun jika tujuan utama adalah penampilan, Anda bisa mempertimbangkan desain yang lebih artistik, dengan tetap memperhatikan kadar emas dan nilai jual kembali.
2. Perhatikan Kadar dan Sertifikasi
Kadar emas menentukan kemurnian dan harga. Di Indonesia, perhiasan umumnya tersedia dalam kadar 17 karat, 18 karat, hingga 22 karat. Semakin tinggi kadar, semakin besar kandungan emas murninya.
Pastikan perhiasan dilengkapi sertifikat atau cap kadar resmi. Sertifikasi penting untuk memastikan keaslian serta memudahkan saat ingin menjual kembali.
3. Hitung Biaya Pembuatan (Making Cost)
Saat harga emas naik, biaya pembuatan menjadi faktor yang perlu diperhitungkan. Perhiasan dengan desain rumit biasanya memiliki making cost lebih tinggi. Jika ingin menjaga nilai investasi, pilih model yang sederhana agar selisih harga saat dijual kembali tidak terlalu besar.
4. Bandingkan Harga dan Reputasi Toko
Harga emas bisa berbeda antar toko karena kebijakan margin masing-masing. Sebelum membeli, lakukan survei harga di beberapa tempat. Pilih toko dengan reputasi baik dan transparansi harga.
Jangan tergoda diskon besar tanpa memahami detailnya. Terkadang potongan harga hanya berlaku pada ongkos pembuatan, bukan harga emasnya.
5. Perhatikan Waktu Pembelian
Harga emas cenderung fluktuatif mengikuti kondisi global, seperti pergerakan dolar AS, suku bunga, dan situasi geopolitik. Jika memungkinkan, pantau tren harga beberapa hari atau minggu sebelum membeli. Membeli saat harga stabil atau sedikit terkoreksi bisa lebih menguntungkan.
6. Simpan dengan Aman dan Rawat dengan Benar
Nilai perhiasan juga dipengaruhi kondisi fisiknya. Simpan di tempat kering dan terpisah agar tidak tergores. Bersihkan secara berkala agar tetap berkilau dan tidak mengalami kerusakan.
Emas Tetap Menarik di Tengah Ketidakpastian
Meski harga sedang tinggi, emas tetap menjadi pilihan banyak orang karena sifatnya yang tahan inflasi dan relatif stabil dibanding aset berisiko. Perhiasan emas bahkan memiliki nilai ganda: fungsi estetika dan potensi investasi.
Dengan perencanaan yang tepat, membeli perhiasan di tengah kenaikan harga emas bukan keputusan yang merugikan. Justru bisa menjadi langkah cerdas jika Anda memahami kadar, biaya, dan momentum pembelian.






