Memiliki tubuh kurus sering kali membuat sebagian orang merasa kurang percaya diri. Berbagai upaya pun dilakukan untuk menambah berat badan, mulai dari makan berlebihan hingga konsumsi suplemen tanpa panduan yang jelas. Padahal, menambah berat badan secara sehat tidak bisa asal banyak makan, melainkan perlu strategi yang tepat. Di sinilah konsep bulking menjadi solusi yang efektif.
Bulking adalah metode menaikkan berat badan dengan fokus pada penambahan massa otot, bukan sekadar lemak. Jika dilakukan dengan benar, bulking tidak hanya membuat tubuh lebih berisi, tetapi juga lebih kuat dan proporsional.
1. Pahami Dulu Apa Itu Bulking
Bulking merupakan fase dalam pembentukan tubuh (body transformation) di mana seseorang mengonsumsi kalori lebih banyak dari kebutuhan harian (calorie surplus), dikombinasikan dengan latihan beban teratur. Tujuannya adalah memberi energi dan nutrisi cukup bagi tubuh untuk membangun otot.
Bagi pemilik tubuh kurus, bulking sangat dianjurkan karena membantu menaikkan berat badan secara bertahap dan sehat, bukan instan namun berisiko.
2. Tambah Kalori, Tapi Tetap Berkualitas
Kesalahan paling umum saat bulking adalah menganggap semua makanan boleh dikonsumsi tanpa batas. Padahal, kualitas kalori jauh lebih penting daripada sekadar jumlahnya.
Fokuskan asupan pada:
-
Karbohidrat kompleks: nasi, kentang, oatmeal, ubi
-
Protein tinggi: telur, ayam, ikan, daging, tempe, tahu
-
Lemak sehat: alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun
Idealnya, tambahkan sekitar 300–500 kalori per hari dari kebutuhan normal. Kenaikan yang terlalu cepat justru berisiko menumpuk lemak berlebih.
3. Protein Adalah Kunci Utama
Tanpa protein yang cukup, bulking tidak akan optimal. Protein berperan sebagai bahan baku pembentukan otot.
Rekomendasi umum:
-
1,6–2,2 gram protein per kilogram berat badan per hari
Contoh: jika berat badan 50 kg, maka kebutuhan protein sekitar 80–110 gram per hari. Protein bisa didapat dari makanan alami maupun suplemen seperti whey protein jika diperlukan.
4. Latihan Beban Wajib, Jangan Hanya Makan
Bulking tanpa latihan beban hanya akan membuat berat badan naik karena lemak. Untuk tubuh kurus, latihan beban justru menjadi senjata utama.
Latihan yang disarankan:
-
Squat
-
Deadlift
-
Bench press
-
Pull up
-
Shoulder press
Latihan ini melibatkan banyak otot sekaligus dan sangat efektif untuk merangsang pertumbuhan massa otot. Lakukan 3–5 kali seminggu dengan progres beban bertahap.
5. Jangan Takut Lemak, Tapi Tetap Terkontrol
Sedikit penambahan lemak saat bulking adalah hal yang normal. Namun, jika perut mulai membesar sementara otot tidak berkembang, berarti strategi perlu dievaluasi.
Kuncinya ada pada:
-
Kontrol kalori
-
Konsistensi latihan
-
Asupan protein yang cukup
Bulking yang baik bukan soal cepat gemuk, tetapi tubuh bertambah berisi dan padat.
6. Tidur dan Istirahat Itu Bagian dari Bulking
Banyak orang fokus makan dan latihan, tapi lupa istirahat. Padahal, otot tumbuh saat tubuh beristirahat, bukan saat latihan.
Usahakan:
-
Tidur 7–9 jam per malam
-
Hindari begadang berlebihan
-
Beri jeda istirahat antar latihan otot
Tanpa istirahat cukup, tubuh sulit membangun otot meskipun makan dan latihan sudah maksimal.
7. Konsistensi Lebih Penting dari Segalanya
Bulking bukan proses instan. Perubahan nyata biasanya baru terlihat setelah 2–3 bulan, bahkan lebih. Karena itu, konsistensi menjadi kunci utama.






