Home / Berita / Cara Bupati Purwakarta Jadikan Ramadan Bulan Romantis

Cara Bupati Purwakarta Jadikan Ramadan Bulan Romantis

KEPRIPOS.COM (KPC), PURWAKARTA – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyatakan ingin mewujudkan Ramadan sebagai bulan romantis bagi warganya. Dengan program Ramadan bulan romantis itu setiap warga diharapkan bisa lebih mesra dengan keluarganya.

Untuk itu, Dedi meluncurkan sejumlah program khusus bagi pegawai dan pelajar agar mempunyai waktu lebih leluasa untuk berinteraksi.

“Dengan waktu yang longgar, anggota keluarga bisa lebih sering bersama-sama, jadinya lebih romantis di bulan ini,” kata Dedi dikutip dari Liputan6.com, Selasa (7/6/2016).

“Ibadah puasa bagi kami di Purwakarta bukan sekedar ibadah personal. Tetapi momentum untuk mendidik seluruh anggota keluarga kami. Ada ruang waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan itu semua,” kata Dedi menambahkan.

Terkait semangat itu, Bupati meluncurkan kebijakan agar seluruh pegawai di Purwakarta masuk kerja mulai jam 06.30 WIB dan pulang kerja jam 13.30 WIB. “Jadi sore sudah bisa kumpul dengan keluarga,” kata dia.

Jam kerja PNS di Purwakarta ini berbeda dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang menetapkan jam kerja bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil, TNI dan POLRI selama bulan Ramadan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 15.00 WIB.

Adapun untuk para pelajar, program khususnya adalah meliburkan seluruh pelajar selama Ramadan. Para pelajar di Kabupaten Purwakarta mulai tingkat SD hingga SMA bakal menikmati libur panjang yang mencapai 1,5 bulan selama memasuki bulan suci Ramadan 2016.

“Walau libur para pelajar akan menjalani kegiatan positif sesuai program sekolah. Untuk para guru pun bisa fokus mengurus keluarganya. Jangan anak orang lain saja yang diurusi, tapi yang di rumah jarang,” kata dia.

Sementara itu Kadisdikpora Kabupaten Purwakarta, Rasmita Nunung Sanusi, mengatakan para pelajar nantinya akan tetap terpantau melalui laporan kegiatan keagamaan sehari-hari.

“Nantinya laporan itu akan diberikan saat hari pertama masuk sekolah di Purwakarta. Laporan itu akan jadi pertimbangan guru untuk menentukan kenaikan kelas siswa,” kata Rasmita.

Check Also

Ratusan Masih Dirawat, Tercatat 244 WNI Meninggal di Luar Negeri Akibat Covid-19

KEPRIPOS.COM – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat 656 warga negara Indonesia (WNI) masih dirawat …

Leave a Reply