Home / Tekno / eBay Bantu Polisi Bongkar Kasus Penjualan Bayi

eBay Bantu Polisi Bongkar Kasus Penjualan Bayi

KEPRIPOS.COM (KPC), LONDON – Kasus penjualan bayi di situs jual-beli online terkemuka, Ebay akhirnya terbongkar. Pelaku menjual bayi berusia 40 hari dengan harga 4.510 pound sterling atau sekitar Rp 71,8 juta,  Sang penjual menuliskan, bayi itu bernama Maria, tinggal di Duisburg, North Rhine-Westphalia, Jerman barat.

Pelaku adalah Ayahnya sendiri yang berusia 28 tahun, seorang pengungsi yang baru saja pindah ke Jerman. Pelaku menyerahkan diri ke polisi dan bayi itu dibawa ke perawatan.

Iklan tersebut sempat bertahan selama sekitar 30 menit di situs eBay, sebelum akhirnya dihapus setelah dikecam pengguna media sosial.

Juru bicara eBay, Pierra Du Bois, mengatakan perusahaan menghapus iklan tersebut dan memberitahukan hal itu kepada polisi untuk segera dilakukan penyelidikan.

“Kami menerima banyak keluhan dari pengguna, kemudian kami mengambil langkah sewajarnya. Dalam kasus seperti ini, kami memberikan informasi yang diperoleh kepada pemerintah,” ucapnya, seperti dilansir dari Daily

Menurut, Du Bois, akun pengguna yang melakukan penjualan telah diblokir dan dilarang di eBay. “Kami memiliki tim khusus terlatih yang mendeteksi kasus-kasus tersebut dan cepat bereaksi,” ujarnya.

Kasus penjualan di eBay sering terjadi. Pada 2011, balita 2 tahun di Michigan, Amerika Serikat, juga pernah dijual di eBay dengan harga US$ 1.000 atau sekitar Rp 13 juta.

Pada tahun yang sama, seorang ibu di Australia mengiklankan anaknya yang berusia di bawah 10 tahun di eBay untuk dilelang. Baru-baru ini, seorang suami menjual istrinya di situs jual-beli online tersebut karena kecewa dengan sikap malasnya.

Kebanyakan kasus penjualan manusia di eBay diakui hanya untuk lelucon. Namun beberapa di antaranya serius menjualnya.

(SINDOnews.com)

Check Also

PLN Melakukan Pengamanan Daya Listrik Selama UN di Riau

KEPRIPOS – Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Pekanbaru, pihak PLN Wilayah Riau …

Leave a Reply