Home / Berita / Mikha Tambayong Mengajak Para Generasi Milenial Lawan Penyakit Jantung

Mikha Tambayong Mengajak Para Generasi Milenial Lawan Penyakit Jantung

KEPRIPOS – Sebagai duta Yayasan Jantung Indonesia (YJI), aktris dan penyanyi Mikha Tambayong mengajak generasi milenial untuk menjalani hidup sehat dan lebih sadar mengenai penyakit jantung. Memiliki peran yang besar untuk memimpin generasi milenial melawan penyakit jantung, Mikha Tambayong merasa senang dan bangga.

Mikha mengakui banyak belajar mengenai penyakit jantung, dan siap untuk menyebarkan berbagai informasi dan kegiatan pada pengikut di media sosial dan teman-temannya dari generasi milenial. “Millennials yang seperti aku ini, kita itu harus melihat bukti konkret dan tahu datanya dan faktanya baru kita percaya,” tutur Mikha Tambayong, di Konferensi Pers acara Yayasan Jantung Indonesia x Wilsen Willim di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Senin 18 Maret 2019.

Tak hanya itu, Mikha Tambayong juga berusaha untuk menguasai informasi-informasi akurat mengenai penyakit jantung. “Kalau orang tanya ‘Eh, emang kamu ngerti soal ini?’ Aku sudah bisa jawab iya aku mengerti,” ujar penyanyi berusia 24 tahun ini.

Mikha Tambayong di YJI x Wilsen Willim “Convoluted Repetition Theory” di Plaza Indonesia Fashion Week, Jakarta Pusat, Senin 18 Maret 2018. Tempo/Astari Pinasthika Sarosa

Menurut Mikha Tambayong, visi misi YJI sejalan dengan visi misi yang dia miliki sebagai seorang figur publik. Ia ingin memberi dampak pada generasi milenial dengan caranya dan meningkatkan gaya hidup sehat di Indonesia. Saat ini, Mikha banyak menyebarkan informasi mengenai penyakit jantung melalui media sosial dan juga kegiatan-kegiatan bersama YJI.

Ketua Bidang Dana Yayasan Jantung Indonesia, Sita Satar, menambahkan dengan memberikan edukasi pada milenial menjadi suatu hal yang penting untuk YJI karena penderita penyakit jantung bukan hanya orang dewasa, tapi juga anak muda yang aktif dengan sekolah dan pekerjaan. “Anak muda banyak yang terkena penyakit jantung karena gaya hidup, bisa karena stres, berat badan terus meningkat, pola makan yang tidak baik dan cara makan dan juga kurang berolahraga,” tandas Sita.(tempo)

Check Also

Anggota DPRD Kupang Ramai-ramai Kembalikan Uang ke Kejati NTT

KUPANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima pengembalian uang dari anggota DPRD …

Leave a Reply