Home / Berita / Ubi Raksasa Seberat 180 Kilo Ini Terpajang di Pasar Murah Kantor Gubri

Ubi Raksasa Seberat 180 Kilo Ini Terpajang di Pasar Murah Kantor Gubri

KEPRIPOS.COM (KPC), PEKANBARU – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Palas Kecamatan Rumbai, Pekanbaru berhasil memproduksi jenis ubi raksasa yang menarik perhatian pengunjung. Ubi itu dipajang di depan Kantor Gubernur Riau dalam pergelaran pasar murah, Kamis (23/06/2016).

Ketua Gapoktan, Awaldi Hasibuan mengatakan hingga saat ini belum ada varian nama khusus untuk jenis ubi ini. “Kami hanya menyebutnya dengan nama daerah. Ubi Palas. Jadi orang tahu kalo ubi palas itu besar-besar,” katanya.

Jenis ubi raksasa ini adalah hasil persilangan antara varian ubi Adira 4 dengan ubi lokal, atau yang lebih sering disebut ubi Manggalo. Kanis ubi ini baru bisa dipanen setelah umur 11 bulan.

Produksi ubi Palas, kata Awaldi secara umum bukan untuk urgensi jual beli, tapi lebih kepada ketersediaan bahan baku untuk kebutuhan produski hasil hilir. Seperti tepung Mokaf. Barulah turunan lain bisa menghasilkan Bolu Kemojo, Brownies dan Steak Cripsi.

“Saat ini kami tengah memproduksi sebanyak 400 batang. Prosuksinya banyak makan tempat memang. Jaraknya 3 kali 3 meter,” tambahnya.

Hasil produksi Ubi Palas ini tidak main-main. Jika ada 100 batang saja bisa menghasilkan 4 ton ubi. Rata-rata berat ubi tersebut 155 kilo gram. Tapi yang terpajang di depan kantor Gubernur Riau saat ini, Ubi Palas dengan berat 180 kilo gram.

Kehadiran ubi raksasa itu di depan halaman Kantor Gubernur Riau, pada pergelaran pasar murah yang dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau, ubi itu menjadi pusat perhatian masyarakat yang berkinjung.

“Kalau beli sebanyak itu tidak ada yang mau. Kalau biasanya jual perkilo saja. Dipotong kecil-kecil. Itupun kalau ada yang mau. Sebab kami produski ini untuk kebutuhan bahan baku produk hilir yang kami buat,” tambahnya.

Check Also

Kasus Aktif Corona RI Turun 65,81 Persen dari Puncak Lonjakan Kasus

KEPRIPOS.COM – Ketua Bidang Data Dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, menyebut …

Leave a Reply