Home / Seputar Kepri / Harga Daging Antara Peternak dan Pasar Berbeda, KPPU Batam Panggil Para Broker Ayam

Harga Daging Antara Peternak dan Pasar Berbeda, KPPU Batam Panggil Para Broker Ayam

KEPRIPOS.COM (KPC), BATAM – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kota Batam akan mengumpulkan broker-broker dan peternak ayam di Batam.

Pasalnya, KPPU menemukan kecurangan dalam menyuplai daging ayam di Batam. Saat ini, antara supply dan demand daging ayam di Kota Batam, per hari kebutuhanya mencapai 50 ribu ekor.

Ayam-ayam tersebut ada yang dipasok peternak-peternak di Batam, sedangkan yang beku datang dari luar, seperti Jakarta, Jawa Barat dan Jawa tengah

Komisioner KPPU RI, Saidah Sakwan menjelaskan untuk di Batam, di hulu ada lima pengusaha ayam di Batam juga peternak-peternak kecil yang menyuplai kebutuhan ayam di sini.

Sayangnya, nasib para peternak ayam yang kecil-kecil tersebut kalah dengan keberadaan pengusaha tersebut.

“Lucu kalau diantara mereka itu, ada satu saja pengusaha yang menguasai pasokan ayam. Di Batam, pengusahanya itu ada Mitra Tani Barelang, Satwa Mitra Sejahtera, Gemilang Unggas Prima, Asiong dan King atau Grup Rika. Nah, 60 persen ini dikuasai oleh Mitra Tani Barelang‎, sisanya dibagi-bagi dengan pengusaha lain, dan ada juga yang peternak mandiri,” tutur dia, yang dilansir dari tribun batam.

Saidah menambahkan, pengusaha yang menguasai 60 persen pasokan ayam ini, memiliki power untuk mengatur harga, bahkan menutup pasar.

“Mereka yang atur harganya, bahkan menyediakan brokernya. Pasar ditutup sama mereka.‎ Satu pasar becek biasanya dikuasasi satu broker. Nah, broker itulah yang mengambil ke pengusaha-pengusaha itu. Jadi peternak mandiri yang kecil-kecil itu tidak bisa memasok ayamnya ke pasar becek. Inikan sudah kena UU persaingan usaha,” ucap dia.

Saidah menyatakan, dari sisi penjualan para peternak mandiri yang kecil tersebut sudah dihalangi, begitu juga dari sisi input day old chicken (doc) dan pakan pun dikuasai oleh pengusaha besar tersebut.

‎”Ketika beli doc mahal, beli pakan mahal, tapi begitu peternak kecil menjual ayamnya harga terdiskriminasi akibat ulah broker. Harga jual ayam di tingkat peternak kisaran Rp 19 ribu sampai Rp 23 ribu, tapi konsumen membeli daging ayam di pasar kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 36 ribu,” tutur dia.

Check Also

Douwes Dekker, Belanda yang Cinta Indonesia, Anti-Belanda

KEPRIPOS.COM – Tahun 1947, setelah Agresi Militer Belanda I, ada perundingan awal untuk persiapan perundingan …

Leave a Reply