Home / Politik / Orangtua Ini Kaget Terima Surat Pemberitahuan Anaknya Menerima Beasiswa

Orangtua Ini Kaget Terima Surat Pemberitahuan Anaknya Menerima Beasiswa

KEPRIPOS.COM (KPC),ANAMBAS – Herdi Usman mengaku terkejut ketika mendapat surat pemberitahuan ke rumahnya.

Pria pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kini dipercaya menjadi Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kaupaten Kepulauan Anambas ini sempat bingung ketika isi surat yang sampai ke rumahnya itu merupakan surat pemberitahuan bahwa anaknya mendapat beasiswa dari Medco E&P Natuna Ltd.

Ia sempat menanyakan kepada dinas terkait, termasuk menanyakan tentang kualifikasi penerima beasiswa tersebut.

“Seingat saya, anak saya Reza yang saat ini mengambil fakultas kedokteran semester enam pernah mengajukan bantuan beasiswa.

Saya sempat tanyakan kualifikasi untuk memberikan bantuan ini. Saya merasa masih mampu untuk membiayai pendidikan tinggi anak saya, tetapi anak saya dapat.

Rupanya beasiswa itu untuk mahasiswa berprestasi,” ujarnya saat memberikan testimoni di BPMS Senin (30/1/2017).

‎Mewakili orangtua, wali murid dan masyarakat, ia mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan.

Ia berharap, kepada anak-anak yang mendapat beasiswa agar serius serta tidak menyia-nyiakan beasiswa yang diberikan. “Tidak ada kata lain selain berterima kasih. Kepada anak-anak kami, jangan sampai disia-siakan kesempatan ini,” ungkapnya.

Jakob kastanja Manager Field Goverenmet Relations mengatakan, jumlah penerima beasiswa sebanyak 40 orang ini terdiri dari 10 orang penerima beasiswa program pendidikan pariwisata, 10 orang mengambil ilmu kedokteran, dan 20 mahasiswa berprestasi lainnya masuk dalam program beasiswa reguler. ‎

Program pemberian beasiswa di Anambas yang telah berlangsung sejak 1999 ini, diakuinya telah memberikan beasiswa sebanyak 2.800 orang.

Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra mengapresiasi program beasiswa bagi anak-anak Anambas yang beprestasi ini.

Ia mengatakan, berkaitan tentang UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, jenjang menengah dan tinggi beralih ke provinsi.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemda untuk anak-anak agar mendapatkan pendidikan tinggi.(**)

Check Also

YouTube Klaim Sudah Blokir 83 Juta Video dan 7 Miliar Komentar

YouTube mengklaim sudah menghapus 83 juta video dan 7 miliar komentar dalam platformnya selama ini. …

Leave a Reply