Home / Seputar Kepri / Plt Gubernur Ultimatum Kadisdik Kepri
Plt Gubernur Kepri Isdianto

Plt Gubernur Ultimatum Kadisdik Kepri

TANJUNGPINANG-Selalu munculnya masalah saat penerimaan siswa baru (PSB) tiap tahun membuat Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto memberikan peringatan keras kepada Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Muhammad Dali. Gubernur ingatkan agar polemik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), mengingat PPDB Tahun Ajaran (TA) 2020/2021 akan bergulir beberapa bulan kedepan. Isdianto menginginkan, karut-marut PPDB TA 2019/2020 tidak terulang kembali.

“Harus ada perbaikan dan peningkatan, jangan sampai tahun ini kita jatuh pada lubang yang sama, seperti tahun yang lalu. Itulah gunanya dilakukan evaluasi, supaya terjadi perbaikan pelayanan tentunya,” ujar Isdianto menjawab pertanyaan media, Kamis (2/1) di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang. Menurut Isdianto, melalui anggaran daerah, pihaknya sudah berupaya untuk menuntup celah terjadinya polemik yang sama pada setiap penerimaan siswa baru. Ia berharap penambahan sekolah dan Ruang Kelas Baru (RKB) dapat memperbaiki pelayanan dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) siswa di Kepri. Ditegaskannya, tersedianya infrastruktur dan sumber daya yang cukup, tentu akan mempengaruhi kualitas pendidikan yang akan dihasilkan.

“Kita ingin, anak-anak di Kepri menjadi yang berkualitas. Karena bukan hanya menentukan masa depan daerah, tetapi juga generasi penerus yang memegang masa depan negara kedepannya,” tegas Isdianto. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Muhammad Dali mengatakan lewat APBD Kepri TA 2020 ini, Pemprov Kepri akan membangun sejumlah Unit Sekolah Baru (USB), dan membangun RKB di beberapa sekolah yang masih mengalami kekurangan ruang belajar. Menurut Dali, terkait keinginan tersebut sudah didukung dengan Detail Engineering Design (DED). Sehingga pada TA 2020 tinggal pelaksanaan pembangunannya saja.

Disebutkannya, Pemprov Kepri akan membangun Sekolah Menengah Atas (SMA) di Posek, dan SMA Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga. Kemudian di Batam adalah pembangunan SMA 25, SMA 26, SMA 27 dan SMA 28. Selain itu ada juga pembangunan SMK 9 Batam. Berikutnya di Natuna pembangunan SMK Bunguran Timur. Sementara di Bintan ada pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kijang. Sementara itu ada sekitar Rp 13 miliar dianggarkan untuk ruang kelas baru (RKB).

“Peningkatan infrastruktur ini tentunya adalah upaya kita memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Secara bertahap kami juga berusaha untuk meminimalisir polemik pada setiap PPDB yang sudah menggunakan sistem zonasi ini,” jelas Dali.

Editor Roy

Check Also

Nelayan Asing Masuk ke Natuna

Perairan Natuna kini kembali dimasuki kapal asing. Kapal ikan asing (KIA) kembali memasuki perairan Natuna. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *