Walikota Tanjungpinang Minta Guru Manfaatkan Medsos untuk Kegiatan Belajar

KEPRIPOS.COM (KPC), TANJUNGPINANG – Guru-guru di Tanjungpinang diharapkan melek teknologi demi memajukan sektor pendidikan dan meningkatkan sumber daya manusia. Selain itu guru juga harus dapat memanfaatkan media sosial secara positif untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar.
 
“Sekarang sudah memasuki era digitalisasi. Teknologi berkembang pesat, dan bisa dimanfaatkan para guru untuk kemajuan dunia pendidikan,” ujar Walikota Lis Darmansyah, akhir pekan kemarin.
 
Dia mengatakan para guru harus mampu mengikuti perkembangan zaman, dan menggunakan kecanggihan teknologi informasi untuk mempermudah menyalurkan pengetahuan kepada para pelajar. 
 
“Misalnya, ada murid yang sakit atau berhalangan ke sekolah, tetapi murid tersebut tetap bisa mengikuti perkembangan pembelajaran di sekolah melalui teknologi,” ucapnya.
 
Walikota mengemukakan, kemajuan teknologi menjadi tantangan bagi para guru. Guru diminta tidak gagal teknologi dibanding murid. Saat ini, menurut dia banyak pelajar mampu menggali berbagai informasi dan pengetahuan dengan mudah melalui perangkat teknologi.
 
“Banyak pengetahuan mudah diakses melalui perangkat teknologi. Zaman sekarang sangat kritis, anak-anak lebih pintar dengan adanya teknologi informasi. Kalau guru salah memberi informasi, anak SD pun bisa protes,” katanya.
 
Oleh karena itu, kata dia, setiap guru harus melek teknologi, tidak ada lagi yang buta teknologi. Guru harus lebih cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Gunakan metode efektif dan efisien dalam mengajar siswa di sekolah,” tutupnya.
 
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang HZ Dadang AG menjelaskan untuk meningkatkan kapasitas guru SD, pihaknya baru-baru ini melaksanaan program pengembangan berkelanjutan, yang merupakan kelanjutan dari program guru pembelajaran. Tujuan utama program ini meningkatkan kompetensi guru, dengan kenaikan capaian nilai Uji Kompetensi Guru (UKG) adalah 70.
 
“Program pengembangan keprofesian berkelanjutan ini dilaksanakan berbasis Komunitas Guru dan Tenaga Kependidikan (Komunitas GTK),” ujarnya. (*)

Leave a Reply