Home / Seputar Riau / Antisipasi Kemarau, PT Musim Mas Lakukan Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Karlahut

Antisipasi Kemarau, PT Musim Mas Lakukan Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Karlahut

KEPRIPOS.COM (KPC),PANGKALAN KURAS – PT Musim Mas menggelar pelatihan pencegahan dan pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) Selasa (24/1/2017).

Acara diselenggarakan di aula kantor PT Musim Mas di Desa Batang Kulim Kecamatan Pangkalan Kuras.

Pelatihan Karlahut ditaja perusahaan perkebunan kelapa sawit ini bekerjasama dengan Kodim 0313 KPR, Polres Pelalawan, serta Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemdam Kebakaran Pelalawan.

Selain itu Masyarakat Peduli Api (MPA) dari beberapa desa yang ada disekitar wilayah operasional perusahaan juta turut hadir. Ada juga tim damkar milik perusahaan serta para karyawan.

Senior Humas PT Musim Mas, Tengku Kanna, dalam sambutannya menyatakan pelatihan yang digelar secara rutin, untuk mengantisipasi musim kemarau panjang yang mulai terasa. Memang cuaca tiga hari terakhir hujan turun lebih intensif dari sebelumnya. Namun sebelumnya, panas terik sangat terasa dengan hujan yang minim hujan.

“Kemungkinan besar kemarau agar berlanjut. Kondisi ini perlu diwaspadai agar tidak terjadi Karlahut seperti tahun-tahun sebelumnya,” beber Tengku Kanna.

Kanna mengklaim jika PT Musim Mas sudah mempersiapkan segala peralatan dan kebutuhan dalam meminimalisir serta mengantisipasi terjadi kebakaran. Melalui sosialisasi, pelatihan, serta kerjasama dengan kecamatan, desa, hingga MPA.

Ia juga sempat mempresentasikan kesiapsiagaan perusahaan hingga sumberdaya yang dimiliki dalam mewujudkan Pelalawan bebas asap.

“Tahun 2016 Riau dan khususnya Pelalawan berhasil mewujudkan bebas asap. Kita juga komitmen tahun ini dan tahun-tahun mendatang tetap bebas dari karlahut dan asap,” tambahnya.

Kabag Operasi Polres Pelalawan, Kompol Edy Munawar, dalam pemaparannya membeberkan penanganan kasus-kasus karlahut yang ditangani, dilakukan oleh oknum ataupun kelompok. Termasuk akibat yang timbul dari karlahut mulai asap, kerusakan lingkungan, hingga penyakit yang mengancam masyarakat.

“Banyak faktor yang mengakibatkan terjadinya karlahut. Ancamannya juga sudah jelas baik bagi masyarakat ataupun pelaku usaha,” tuturnya.

Edy Munawar mengingatkan, jika kemarau sudah berlangsung diatas tujuh hari, patroli harus dilaksanakan 24 jam. Karena api bisa muncul kapan saja dan mengakibatkan karlahut. Pelatihan ditutup dengan simulasi pemadaman karlahut oleh tim damkar PT Musim Mas.(**)

Check Also

Karhutla Kawasan Cagar Biosfer Riau Padam, Petugas Fokus Pendinginan

KEPRIPOS-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di cagar biosfer Giam Siak Kecil, Bengkalis, Riau telah padam. …

Leave a Reply